28 Desember 2008

Cara Memberhentikan Merokok


Saya sudah lama mengenal namanya zat nikotin sejenis 'Rokok'. Awalnya, saya masih duduk di bangku kelas 4 SD di salah satu sekolah negeri di Medan. Tiap pulang sekolah saya merokok dengan cara diam-diam. Bahkan saya pun sampai bolos sekolah untuk menghisap rokok tersebut. Segala jenis rokok saya hisap. Maklumlah saya masih terlalu muda kali untuk itu dan rasa keingintahuan pasti akan dicoba terus sampai dapat.
Sampai suatu saat saya dipanggil oleh guru dikarenakan bolos sekolah. Sesampai di rumah saya juga secara diam-diam merokok di belakang rumah. Orang tua saya belum mengetahuinya. Seandainya orang tua saya tahu pasti sudah kacau.
Saat saya kehabisan uang saku, saya mengambil secara diam-diam uang orang tua. Begitu juga untuk seterusnya. Kalau dibandingkan dengan anak seusia saya di waktu itu, saya termasuk orang yang sangat bandel. Satu hari aja saya bisa menghabiskan 2 bungkus rokok. Apalagi kalau 1 minggu enath berapa bungkus rokok saya hisap.
Setelah saya menduduki bangku kelas 1 SMP saya masih merokok. Begitu juga seterusnya sampai saya naik ke kelas 3. Tapi entah kenapa saya mengurangi yang namanya zat nikotin (rokok) tersebut. Mungkin saat saya berkenalan dengan seorang cewek yang anti dengan namanya rokok.
Singkat cerita, saya menjadi jatuh cinta dengannya. Tapi si cewek tersebut sok blagu. Dia mau sama saya kalau saya harus memberhanetikan kebiasaan merokok. Karena katanya rokok akan menyebabkan kita kena penyakit kanker atau paru-paru. Kalau saya pikir-pikir ada benarnya juga. Untuk jadian dengannya saya harus memberhentikan merokok, minimal satu hari 3 batang. Tapi saya tetap tidak bisa melakukannya. Dengan dorongan tekad yang bulat untuk mendapatkannya saya harus bisa. Akhirnya, saya bisa mencoba sedikit demi sedikit.
Kira-kira 1 bulan saya berhasil meninggalkan rokok tersebut. Dan saya pun putus dengannya. Tapi saya tetap akan menjauhkan dari rokok walaupun saya telah putus. Itu telah terbukti, dalam 3 tahun belakangan ini saya tidak pernah menyentuh dengan namanya rokok. Apalagi dengan asapnya saja saya sudah alergi.
Dengan berhentinya saya dari rokok rasanya tubuh saya bersih dari zat racun tersebut.

Itukan bukanlah cerita yang hanya ditulis berdasarkan fiktif belaka. Tetapi, kisah tersebut langsung dari seorang penulis (zulfan). Kalau teman-teman ingin mencoba kebiasaan buruk tidak masalah kita coba dari awal. Dan jangan pula beranggapan "kalau tidak merokok tidak jantan". Itu fenomena yang salah. Emang sich, dampaknya belum kira rasakan sekarang tapi untuk yang akan datang kita akan menyadarinya bahwa pernapasan kita sangat pendek, sesak napas dan lain lagi efeknya.
Bukannya saya menakuti atau apa anggapan teman. Tapi jujur dari dalam hati 'apakah akan ada dampak seperti itu nantinya?'


Tidak ada komentar: